Tampilkan postingan dengan label Tugu Gajah Tegal Yoso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugu Gajah Tegal Yoso. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

TUGU SEBAGAI PENANDA DI SEBUAH DESA

Membuat tanda pengenal ternyata tidak hanya bagi manusia, sebuah tempat selain memiliki diberi nama juga diberi tanda pengenal. Tanda pengenal sebuah tempat yang lazim di pakai adalah tugu. Menurut definisi Wikipedia Tugu adalah sebuah tiang besar dan tinggi yang terbuat dari batu, bata, dsb.

Sebagai contoh, di Desa Tambah Dadi Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur, berdiri sebuah tugu yang oleh masyarakat sekitar di sebut dengan Tugu Kuda. Tugu Kuda Tambah Dadi berbentuk potongan kuda, menyerupai kuda di olahraga catur.Tugu ini terletak salah satu perempatan di desa tersebut.
< a href="www.lensa-foto.blospot.com"><img alt=tugu kuda Tambah Dadi" src="urlgambar" />
Tugu Kuda Desa Tambah Dadi

Sedangkan di Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur, dibangun sebuah tugu yang oleh masyarakat disebut Tugu Gajah. Tugu ini berbentuk segi empat dan di puncaknya ada patung gajah. Tugu ini terletak di perempatan jalan Lintas Timur Sumatera dengan Jalan Desa Tegal Yoso.

Tugu Gajah
Tugu Gajah Desa Tegal Yoso
Sebetulnya masih banyak tempat lain yang memiliki tanda berupa tugu, namun pada kesempatan ini penulis baru bisa menampilkan dua contoh tanda tempat berupa tugu yang ada di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

Minggu, 04 Maret 2012

Melestarikan Tradisi Gotong Royong (Sebuah Catatan Kecil aktifitas Warga Desa Tegal Yoso Purbolinggo Lampung Timur)


 Gotong-royong is a conception of sociality familiar to large parts of Indonesia and Malaysia (www.en.wikipedia.org). 

Gotong Royong Merupakan sebuah istilah yang berasal dari Indonesia yang bermakna melakukan sebuah pekerjaan bersama-sama secara sukarela demi tercapainya sebuah tujuan. Kegiatan Gotong Royong merupakan salah satu warisan tradisi yang memiliki nilai budaya tinggi yang dimiliki Bangsa Indonesia yang belum tentu dimiliki negara lain.

Sebuah Contoh Kegiatan Gotong Royong Memperbaiki Jalan di Dusun IV Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur (Jumat, 2 Maret 2012). Sejumlah warga bahu membahu menimbun jalan yang berlubang dengan cara menggali parit. Tujuan utamanya adalah agar jalan mudah dilalui, dan aliran air (Drainase) menjadi lancar. Kegiatan ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan solidaritas tinggi oleh masyarakat dusun tersebut. Menurut Kepala Desa Tegal Yoso Muhroni, kegiatan ini dilakukan agar akses jalan menuju areal pertanian dan perkebunan menjadi lancar, mengingat tidak lama lagi petani akan panen padi sehingga memudahkan pengangkutan hasil panen.
 Selain di Dusun IV, warga Dusun VI Desa Tegal Yoso Kecamaatan Purbolinggo Lampung Timur juga melaksanakan Gotong royong melebarkan jalan menuju areal pertanian, dengan tujuan agar jalan bisa dilalui kendaraan roda empat. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh laki-laki saja, tetapi juga melibatkan  Ibu-Ibu. Mereka dengan sukarela melakukan ini demi lancarnya transportasi di areal pertanian mereka.

Gotong Royong rupanya sudah mendarah daging di kalangan masyarakat dusun VI Tegal Yoso, sekalipun sudah renta  seorang kakek masih turut melakukan bersih-bersih lingkungan.
Patut dibanggakan jika ditengah serangan pengaruh budaya barat yang membuat kecenderungan masyarakat semakin individualis, masih ada sekelompok masyarakat yang masih menjaga tradisi Gotong Royong.  Semoga Tradisi ini tidak lekas pupus oleh derasnya arus moderenisai.