Minggu, 02 April 2017

KPS Lampung Dorong Tumbuhnya Bank Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat

Edukasi Peduli Sampah (EPS) di KMPS
Seputih Banyak Lampung Tengah
Chusnunia Ph.D (Bupati Lampung Timur) menunjukkan
cara memilah Sampah  pada Aksi Peduli Sampah (APS) 
Kota Sukadana pada peringatah Hari Peduli Sampah Nasional 
Tahun 2017.

Kunjungan dari Puskesmas Dono Mulyo, Desa Mulyo Asri,
Kecamatan Bumi Agung dan REPOST Sekampung
Kegiatan yang dilakukan KPS Lampung Meliputi:
1. Aksi Peduli Sampah (APS )

Aksi Peduli Sampah (APS) adalah kegiatan Edukasi dan Aksi Peduli. Dilaksanakan Mandiri oleh KPS atau bekerjasama dengan berbagai pihak, dalam berbagai kesempatan.
Bisa dilaksanakan dengan acara tunggal atau sinergi dengan kegiatan lainnya.

Tujuan utamanya adalah mengedukasi warga masyarakat, baik penyelenggara acara, peserta acara, atau pengunjung sebuah acara. Dalam kegiatan APS, KPS lampung mengutamakan keterlibatan masyarakat, tokoh masyarakat hingga pejabat publik untuk terlibat langsung dalam gerakan peduli sampah.

2. Edukasi Peduli Sampah (EPS)

Edukasi Peduli Sampah adalah sebuah kegiatan edukasi. Bisa dilakukan di dalam ruangan maupun luar ruangan. EPS Merupakan kegiatan dasar pengenalan Filosopi Sampah dan Pengelolaan Sampah, Nilai dan Manfaat Pengelolaan Sampah, hingga Pengenalan Dasar Organisasi Pengelolaan Sampah.

EPS dapat dilakukan di sekolah, di desa, di kecamatan, Puskesmas,instansi pemerintah, badan usaha atau perusahaan.

Tujuan EPS adalah bertambahnya pemahaman peserta mengenai sampah dan pengelolaan sampah agar sampah tidak dianggap lagi sebagai sebuah persoalan, namun bisa berubah menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat ekonomi, ekologi, sosial, pemberdayaan dan edukasi.

3. Pengembangan Unit Pengelolaan Sampah (PUPS)

Edukasi Peduli Sampah (EPS) Desa Adilihur
Kecamatan Jabung Lampung Timur
Adalah bentuk pelatihan cara mendirikan Unit Pengelolaan Sampah atau Bank Sampah mulai dari tingkat RT, Dusun, Desa dan seterusnya. PUPS dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tentang tata cara pendirian Bank Sampah dan bagaimana mengelola organisasinya. Sedangkan pada tahap berikutnya adalah pelatihan teknis pemilahan sampah agar mutu dan kualitas sampah plastik sesuai dengan standar industri daur ulang, sehingga bank sampah bisa meraih harga (nilai ekonomi) tertinggi dari sampah.

Ketiga jenis kegiatan tersebut semua dapat diaplikasikan pada Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat.
Bagi pihak yang akan mengetahui lebih lanjut tentang kerjasama kegiatan dapat menghubungi Contact person pengurus yang tertera di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar