Tampilkan postingan dengan label SMAN 1 Purbolinggo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMAN 1 Purbolinggo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Pentingnya Ekstra kurikuler Jurnalistik Bagi Sekolah.

Ekstra kurikuler Jurnalistik menjadi sebuah elemen penting bagi sekolah. Bagaimana tidak, prestasi dan perkembangan sekolah yang baik, akan bisa ketahui masyarakat luas dengan adanya publikasi.
Untuk bisa memiliki siswa yang memiliki minat dibidang jurnalistik, sebuah sekolah mesti menyiapkan ruang dan peran siswa dalamm bidang jurnalistik. Seperti yang dilakukan SMA Negeri 1 Purbolinggo yang memberi kesempatan pada siswa untuk melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler Jurnalistik.
Untuk meningkatkan pemahaman mengenai jurnalistik, hari ini Minggu 08 November 2015, digelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar. Acara yang diikuti oleh 25 peserta ini menghadirkan beberapa pembicara dengan beragam materi jurnalistik.
Penulis mendapat kesempatan untuk mengisi sesi Layout Buletin Sekolah yang didalamnya berisi materi tentang Rubrikasi, dan tata letak.
Mengawali sesi ini, penulis memaparkan mengenai pentingnya pola pikir sebagai siswa yang memiliki ketertarikan pada bidang jurnalistik untuk berprinsip memproduksi informasi. Karena hampir semua siswa di satu sekolah selama ini menjadi konsumen informasi. Melalui bidang jurnalistik inilah seorang siswa memiliki kesempatan untuk mengisi media sekolah dengan berbagai hal menarik dan informatif.
Dibutuhkan kemauan dan kemampuan dalam memajukan jurnalisme sekolah.
Terkait rencana penerbitan sekolah, tata letak merupakan hal yang arus diperhatikan. Tata letak yang baik akan memberi rangsangan kepada mata untuk melihat buletin. Sementara isi yang baik akan memberikan sajian kepada pikiran pembaca. Kedua elemen antara isi dan tata letak sebagai hal yang tidak terpisahkan.
Pembicaraan kemudian juga mengaitkan antara tata letak tulisan dan gambar. Unsur gambar/foto juga menjadi bagian penting dalam media cetak. Oleh karena itu peranan fotografer juga tidak boleh dikesampingkan. Sekalipun yang garap adalah buletin sekolah, tetapi harus digarap secara optimal.

Sabtu, 17 November 2012

REKAYASA Buletin Pelajar di Kecamatan Purbolinggo

Pertama kali mendengar nama  buletin ini , sepintas saya menangkap makna yang berkonotasi "negatif" , karena seperti sebuah tindakan yang mengada-ada. Namun setelah bertemu dan berbincang dan medapat penjelasan dari pengurus redaksi  bahwa Rekayasa itu adalah singkatan dari Remaja Kreatif Anak SMANSA, kesan itu kemudian hilang.
REKAYASA merupakan buletin pelajar SMAN 1 Purbolinggo kabupaten Lampung Timur yang diterbitkan secara berkala dan berada dalam naungan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) "Kreasi Pesona Remaja".

Beragam Rubrik yang dihadirkan jajaran pengurus redaksi Buletin Pelajar Rekayasa ini, mulai informasi tentang kegiatan sekolah baik yang bersifat internal aupun eksternal, karya sastra berbentuk Cerpen, Biografi, Tips & trik, Warung Rohani dan rubrik bermanfaat lainnya.

Untuk mewujudkan terbitan Buletin Rekayasa secara rutin bukanlah kegiatan yang mudah.. Menurut Izna Nur Rohmah  (Pimpinan Redaksi periode 2011-2012) dibutuhkan kesabaran dan keseriusan dalam menggarap sebuah buletin. Hal ini diamini oleh Afelia Novitasari, Wulan Barokah dan Adi Rara Kuyana yang juga menjadi pengurus redaksi Buletin Rekayasa. Sesama pengurus redaksi harus bahu membahu bekerja dari mulai menentukan isi buletin,  mengumpulkan  bahan-bahan tulisan dengan wawancara dan tinjauan  pustaka, penulisan, mencari iklan, proses editing dan layout,  hingga proses cetak buletin, ungkap Adi Rara Kuyana.

Ketika penulis menanyakan manfaat  apa yang dirasakan sebagai pengurus redaksi sebuah buletin sekolah, dengan tegas mereka mengakui mendapatkan banyak manfaat. Salah satunya adalah apresiasi pihak sekolah (Guru & Kepala Sekolah) juga teman-teman sesama siswa  terhadap apa yang mereka kerjakan.  "Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami karena bisa menerbitkan buletin yang Insya Allah bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat", ujar Afel (panggilan Afelia Novitasari).

Tentu itu adalah harapan yang mulia, karena ditengah kesibukannya sebagai  siswa sekolah yang  harusmenempuh pelajaran dan tugas-tugas lainnya, mereka masih menyiapkan diri untuk melakukan kegiatan jurnalistik di tingkat sekolah, dengan output berupa Buletin pelajar. Ini bisa menjadi sebuah tonggak awal bagi siswa dalam menjalankan fungsi organisasi, fungsi edukasi, fungsi sosial, fungsi bisnis melaui sebuah buletin sekolah.

Semoga keberadaan Buletin Pelajar REKAYASA karya siswa SMAN 1 Purbolinggo dan buletin lainnya bisa menjadi penebar antusias jurnalisme dikalangan Pelajar dan Sekolah di Kecamatan Purbolinggo.