Tampilkan postingan dengan label Tanjung Intan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Intan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2013

SENI TARI KUDA KEPANG PUTRA INTAN

Kelompok  Seni Tari Kuda Kepang Putra Intan merupakan salah satu kelompok yang masih mempertahankan kebudayaan asli Indonesia. Kelompok ini di pimpin oleh Sugiyat yang  berdomisili di  Desa Tanjung Inten Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur. Seni Tari Kuda Kepang ini tidak hanya beranggotakan pemuda pemudi desa setempat saja, namun dari desa lain di Kecamatan Purbolinggo.
Menurut Sugiyat salah satu tujuan  didirikannya Kelompok Kesenian ini adalah untuk melestarikan  kebudayaan Indonesia kepada generasi muda dan masyarakat luas. Kuda Kepang juga  dikenal masyarakat luas dengan unsur-unsur yang berbau magis. Karena pada setiap pertunjukan, anggota kelompok kesenian ini kesurupan menampilkan atraksi yang  mengundang perhatian penonton, seperti makan pecahan kaca, mengunyah bara api, dan beberapa atraksi lain yang tidak biasa. 
Seni tari Kuda Kepang (sering juga disebut dengan kuda lumping; jaranan) dimainkan dengan menggunakan properti berupa tiruan berbentuk kuda, yang terbuat dari anyaman bambu dan dilengkapi dengan ornamen dan rambut  dan ekor kuda.

 Dalam situs www.id.wikipedia.or.id di sebutkan bahwa tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kemudian juga banyak versi yang berkembang mengenai kuda lumping.  Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. 


Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan (Wikipedia)

Sabtu, 01 September 2012

DWI ERIYATI BERUSAHA AGAR BISA IKUT PON


Profil Dwi Eriyati, Juara 4 Lari Sprint 60 M Putri,
 pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Palembang Juli 2012.

Ramah, supel dalam bergaul dengan kawan-kawan disekolahnya itulah sepintas sosok Dwi Eriyati (14 tahun). Saat ini Eri (panggilan sehari-harinya) duduk di kelas 8 H, SMPN 1 Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur sedang giat-giatnya berlatih untuk memperbaiki prestasi sebelumnya.

“Saya merasa belum puas dengan prestasi itu, oleh karena itu saya akan berusaha lagi agar mencapai prestasi lebih baik lagi”, ungkap remaja kelahiran Tanjung Intan 17 Mei 1998 ini. Hal ini selaras dengan penuturannya mengenai jadwal latihan yang padat (Hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu mulai pukul 15.00 hingga 17.00 wib). Meski belum puas dengan prestasi yang di raihnya di O2SN Palembang juli 2012 lalu, namun dalam hati kecil Eri terselip kebanggaan karena sudah bisa berpartisipasi dalan event tingkat nasional mewakili Provinsi Lampung. Ini merupakan salah satu prestasi tertinggi yang dicapainya dibanding prestasi-prestasi sebelumnya.
Selain prestasi di bidang olahraga, putri ke-2 dari tiga bersaudara pasangan Muntoha dan Purwanti juga menonjol dalam hal prestasi akademik. Ini terbukti pada semester II (kenaikan ke kelas 8) lalu, Eri mendapat peringkat pertama di kelasnya. Namun seluruh prestasinya tersebut tidak menjadikanya tinggi hati, dikalangan teman-temannya Eri adalah sosok yang bersahabat, ramah dan peduli.  Ketika bertemu dengan kru lensa-foto.blogspot.com Eri juga menunjukkan keterbukaan dan keramahannya.

Ketika di tanya mengenai kiat agar terjaga kebugaran tubuhnya, Eri membagi kiat kepada teman-temannya. “saya usahakan untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, tidak minum es, dan fitnes secara teratur”, ujar dara yang bercita-cita menjadi guru ini. 

Berkaitan dengan perlunya memacu siswa lain untuk berprestasi di bidang olahraga, anak asuh Ryantoro (pelatih atletik) ini, juga mengajak agar adik-adik kelasnya agar jangan ragu untuk mencoba mengembangkan bakat sepertinya. Kuncinya adalah mau berlatih secara terus menerus, karena hanya dengan  latihan secara rutin maka prestasi dapat dicapai, tukas Eri.

Meski memiliki banyak aktifitas, Eri tak lantas meninggalkan hobinya yaitu memancing dan jalan-jalan.  Sesekali dalam seminggu ia luangkan waktunya untuk mancing ikan mulai dari kolam belakang rumah milik orang tuanya hingga tempat-tempat lain favoritnya.

Tetap semangat dalam belajar mengejar prestasi adalah keharusan bagi Eri, apalagi dengan dukungan dari keluarga, pihak sekolah dan dorongan dari pelatihnya. Cukup membanggakan, ketika diminta menyampaikan harapannya, Eri dengan jujur dan semangat menyatakan ”Saya ingin sampai ikut PON”. Tentu ini bukan sekedar angan-angan bagi Eri.  Ini menjadikan “bahan bakar” baginya yang terus akan membakar semangatnya dalam mengukir prestasi dimasa mendatang. Semoga.