Bencana Banjir yang melanda Dusun IV dan V Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur yang berlangsung sejak Senin, 26 Februari 2018 membawa nestapa bagi ratusan warga.
Meskipun bencana tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, namun banjir tersebut menimbulkan kerugian harta benda yang tidak sedikit.
Harta Benda berupa perabotan warga yang turut terendam didalam rumah, hewan peliharaan, puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen adalah dampak nyata dari banjir yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Belum lagi kerugian immateril lain seperti berhentinya Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah akibat terendamnya gedung sekolah, juga memyebabkan buku buku pelajaran yang mengalami kerusakan.
Sampai hari Kamis 1 Maret 2018, terpantau di SDN 2 Tanjung Tirto beberapa guru dan warga sedang membersihkan ruang kelas yang hari sebelumnya terendam air hingga ketinggian 70 cm. Sisa material lumpur merata di lantai kelas tempat anak anak seharusnya belajar. Saat ini genangan air setinggi 30 cm masih tersisa dihalaman sekolah.
Proses belajar mengajar dengan terpaksa dihentikan menunggu banjir surut dan proses pembersihan ruang kelas selesai.
Bagaimana nasib siswa sekolah yang terpaksa harus berhenti belajar?
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Tirto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanjung Tirto. Tampilkan semua postingan
Kamis, 01 Maret 2018
Sabtu, 17 November 2012
Menikmati Senja di Penyebrangan Way Bungur
Aktifitas nelayan di Bungur, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.
Senja di, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.
Label:
penyebrangan way bungur,
Senja,
Sunset,
Tanjung Tirto,
Way Bungur
Diposting oleh
yatnolensa
di
22.24
Minggu, 29 Agustus 2010
Melihat Aktifitas Penyebrangan Way Bungur, LampungTimur
Sore ini hujan turun tidak deras, mengiringi perjalanan kami menuju penyebrangan sungai Way Bungur, desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sepanjang jalan masih basah dan orang-orang yang beteduh bersiap melanjutkan perjalanannya.
Demikian dulu Postingan sederhana ini, saya yakin bahwa masih banyak kekurangan baik materi, data pendukung dan gaya bahasa yang saya gunakan, (maklum newbie) he..he...he.... Terimakasih komentarnya.
Foto-foto lain mengenai penyebrangan Way Bungur dapat Klik Disini
Sebuah potret jasa transportasi air yang masih ada di kabupaten Lampung Timur. Jasa ini sangat bermanfaat bagi warga desa Tanjung Tirto, Desa Kali Pasir dan sekitarnya karena menghemat jarak puluhan kilometer dibandingkan melalui jalan darat.
Sungai ini membelah dua desa yaitu Tanjung Tirto dan Kali Pasir keuanya masuk di Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.
Yang menarik juga bahwa penyebrangan ini tidak hanya dimanfaatkan oleh penduduk kedua desa tadi, tetapi juga penduduk dari desa-desa di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah.
Jika berkenan dan punya kesempatan berkunjung ke Lampung Timur, saya menyarankan agar anda menyempatkan waktu untuk menengok tempat ini.
Karena selain bisa menikmati hilir mudiknya perahu penyebrangan, juga aktifitas nelayan juga bisa kita saksikan. Dari yang menangkap ikan menggunakan pancing, jaring, bubu,dan lain-lain.
Dan kalau kita berminat dengan ikan segar, kita bisa membeli ikan hasil tangkapan nelayan. Tentu harganya berbeda dengan harga ikan di Pasar.
Demikian dulu Postingan sederhana ini, saya yakin bahwa masih banyak kekurangan baik materi, data pendukung dan gaya bahasa yang saya gunakan, (maklum newbie) he..he...he.... Terimakasih komentarnya.
Foto-foto lain mengenai penyebrangan Way Bungur dapat Klik Disini
Label:
bungur,
harga ikan,
ikan,
Kali Pasir,
Lampung Timur,
nelayan,
penyebrangan way bungur,
Tanjung Tirto,
Way Bungur
Diposting oleh
yatnolensa
di
16.38
Langganan:
Postingan (Atom)










