Kamis, 01 Maret 2018
Dampak Banjir Way Bungur 2018 : Bagi siswa sekolah
Meskipun bencana tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, namun banjir tersebut menimbulkan kerugian harta benda yang tidak sedikit.
Harta Benda berupa perabotan warga yang turut terendam didalam rumah, hewan peliharaan, puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen adalah dampak nyata dari banjir yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Belum lagi kerugian immateril lain seperti berhentinya Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah akibat terendamnya gedung sekolah, juga memyebabkan buku buku pelajaran yang mengalami kerusakan.
Sampai hari Kamis 1 Maret 2018, terpantau di SDN 2 Tanjung Tirto beberapa guru dan warga sedang membersihkan ruang kelas yang hari sebelumnya terendam air hingga ketinggian 70 cm. Sisa material lumpur merata di lantai kelas tempat anak anak seharusnya belajar. Saat ini genangan air setinggi 30 cm masih tersisa dihalaman sekolah.
Proses belajar mengajar dengan terpaksa dihentikan menunggu banjir surut dan proses pembersihan ruang kelas selesai.
Bagaimana nasib siswa sekolah yang terpaksa harus berhenti belajar?
Rabu, 01 Februari 2017
Firman Utina Berikan Coaching Clinic Sepakbola dihadapan Ribuan Warga Lampung Timur

Way Bungur (30/01/2017)- Firman Utina (Timnas) memberikan Coaching Clinic Sepak Bola di Lapangan Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur Lampung Timur. Dihadapan ribuan warga Lampung Timur Fimran Utina memberikan kiat dan teknik bermain sepak bola. Dibantu oleh anak anak Sekolah Sepak Bola Lampung Timur, Firman Utina memperagakan bagaimana cara mengusai bola dan lapangan permainan.Acara ini diselenggarakan dalam rangka Grand Final Ansor Cup II Tahun 2017 sekaligus acara penutupan perhelatan sepakbola Lampung Timur tersebut.
Kamis, 21 Juli 2016
Mengenal Lebih Dekat Sosok Camat Way Bungur
Muda Energik dengan dengan kemampuan intelektual yang tak diragukan lagi. Itulah sekilas gambaran Tri Wibowo, SSTP., MM.Lelaki Kelahiran Tanjung Inten 24 September 1985 ini memiliki karier di pemerintahan yang patut di perhitungkan.
Lulusan STPDN/IPDN Jatinangor tahun 2008 ini mengawali kariernya sebagai Kasubag Perjalanan Pimpinan Bag. Protokol Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur 2010.
Ia juga pernah menjabat Kasubbid Monitoring di BAPPEDA Kabupaten Lampung Timur (2011 s.d 2012). Lulusan Magister Manajemen UBL tahun 2010 juga pernah menjabat sebagai Kasubbid Kesra BAPPEDA Kabupaten Lampung Timur (2012 s.d 2014). Anak Ketiga pasangan Bapak Sunarno dan Ibu Sri Suyati ini juga dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Kecamatan Bumi Agung (2014 s.d 2015) dan kemudian menjadi Camat Way Bungur sejak 2015 hingga sekarang.
Ayah dari Hilma Azalia W. ini adalah sosok yang bersahaja. Dalam mengemban tugasnya, ia membiasakan terjun kelapangan untuk melihat langsung. Kondisi riil warga masyarakat, program pembangunan yang sedang berjalan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya tak luput dari perhatian suami dokter Eka Kusuma Dewi ini.
Sebagai contoh ketika digelar Gerakan Sosial Koin Peduli Keselamatan Pengguna Jalan Purbolinggo, Tri Wibowo turut berpartisipasi dan tak canggung untuk memindahkan batu untuk mengurug lubang jalanan. Ia berbaur bersama warga masyarakat dn pelajar yang tengah melaksanaan gotong royong
Nama : Tri Wibowo, SSTP.MM
TTL : Tanjung Inten, 24 September 1985
Alamat : Desa Tanjung Inten, dusun 3, rt/rw 19/07 Probolinggo Lampung Timur
Agama : Islam
Nama orang tua
Ayah : Sunarno
Ibu : Sri Suyati
Saudara kandung : 3 bersaudara
Kakak pertama : Ipda Eko Budiarto, SH
Kakak kedua. : Bripka M Andriyana
Istri : dokter Eka Kusuma Dewi
Anak. : Hilma Azalia W
Riwayat pendidikan :
SD. : SD N 3 Tanjung Inten lulus 1997
SLTP. : SLTP N I Purbolinggo lulus 2001
SMA. : SMA N I METRO lulus 2004
S1. : STPDN/IPDN Jatinangor lulus 2008
S2. : Magister Manajemen UBL 2010
Riwayat kerja :
Kasubag perjalanan pimpinan bag. Protokol pemda lamtim 2010
Kasubbid monitoring BAPPEDA lamtim 2011 s.d 2012
Kasubbid kesra BAPPEDA lamtim 2012 s.d 2014
Sekretaris Kecamatan Bumi Agung 2014 s.d 2015
CAMAT WAY BUNGUR 2015 s.d sekarang
Peta Kecamatan Way Bungur

Rasanya bangga di percaya oleh Camat Way Bungur untuk menangni Pembuatan Peta Kecamatan Way Bungur. Pembuatan peta ini menggunakan referensi dari google maps dengan acuan peta dasar yang di kirimkan oleh Bpk. Tri Wibowo, SSTP. MM. melalui messenger facebook.
Pencetakan peta akan dilakukan menggunakan bahan Korea Doft Vinyl, dengan tujuan memiliki ketahanan baik warna maupun bahan dasar pencetakan.
Selasa, 12 Juli 2016
Liburan Idul Fitri Wahana Air diminati Pengunjung
Momentum liburan Idul Fitri memang ditunggu hampir semua lapisan masyarakat. Setelah selesai melaksanakan acara silaturahmi bersama keluarga, berekreasi adalah kegiatan lain yang dipilh warga masyarakat dalam mengisi masa liburan.
Kolam Renang Waterboom Mutiara Jaya Tambah Subur Way Bungur adalah salah satu wahana air yang ada di Kabupaten Lampung Timur.
Selama liburan idul fitri 1437H tempat ini ramai pengunjung. Menurut Tuban pemilik wahana rekreasi ini, sejak H+2 lebaran, sudah ratusan pengunjung yang datang. Mereka dari berbagai kalangan umur dan berasal dari berbagai wilayah di seputar Kecamatan Way Bungur.
Selama liburan Idul Fitri, pengunjung Kolam Renang Waterboom Mutiara Jaya bisa menikmati fasilitas yang disediakan bersama teman dankeluarga
Rabu, 13 Januari 2016
Yayasan Pendidikan Miftahul 'Ulum, Toto Mulyo, Way Bungur Lampung Timur
Senin, 25 Mei 2015
Rempeyek Angga Dusun III Tegal Ombo.
Kamis, 19 Maret 2015
Potensi Desa Tegal Ombo Way Bungur Lampung Timur
![]() |
| Pemuda & Olahraga |
![]() |
| Seni Religi |
![]() |
| Peternakan |
![]() |
| Pertanian |
![]() |
| Kegiatan Senam Lansia 2 |
![]() |
| Kesehatan Masyarakat |
![]() |
| Kegiatan Senam Lansia |
Rabu, 18 Maret 2015
Jelang Penilianan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur 2015, Desa Tegal Ombo Bergiat
Areal Tanaman Tembakau Dokumentasi GAPOKTAN Bina Karya Tani Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur

Kegiatan Gotong Royong Warga Desa Tegal Ombo Mendirikan Gapura. Dokumentasi Pemerintahan Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur
Jumat, 13 Maret 2015
Peresmian Pasar Desa Taman Negeri
![]() |
| Bupati Lampung Timur memberikan sambutan pada Acara Peresmian Pasar Desa Taman Negeri (13/03/2015) |
![]() |
| Bupati Lampung Timur didampingi Kepala Desa Taman Negeri melakukan peninjauan lokasi Pasar Desa Taman Negeri (13/03/2015) |
Sabtu, 05 April 2014
Lokasi Hunting di Tambah Subur Way Bungur
Perbatasan Kabupaten ini berupa anak Sungai Way Pegadungan. Di Desa Tambah Subur inilah perbatasan 2 kabupaten ini terdapat jembatan yang merupakan bagian dari Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Disekitar jembatan ini terdapat obyek menarik. Seperti aktifitas nelayan. Seperti yang saya sempat foto ini adalah Bapak Tugiyo warga Desa Tambah Subur sedang mengangkat jaring yang ia pasang melintang di sungai tersebut. Warga setempak sering menyebut cara penangkapan ikan ini dengan kere, yaitu membuat jebakan untuk ikan. Alat ini dibuat dari kayu yang dipasang melintang di sungai, kemudian pada ujung tengah kere ini dipasang jaring.
Disamping jembatan ini juga terdapat tanggul yang berfungsi untuk menahan banjir dan juga digunakan sebagai jalan.Tanggul ini bisa menghubungkan jalan lintas Pantai Timur Sumatera dengan Desa Kali Pasir Way Bungur Lampung Timur.
Namun kondisi tanggul ini becek saat hujan sehingga hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan hand traktor. Seperti yang tampak difoto, warga petani melintasi tanggul ini dengan hand traktor yang dilengkapi dengan gerobak dibelakangnya.
Kamis, 23 Januari 2014
SPBKB AKR Way Bungur Percepat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Sumber: Tabloid LENSA Wirausaha Senin, 17 Juni 2013
“Menyulap” Daun Nipah menjadi Rupiah
![]() |
| Abdul Jaya, Pembuat Atap Daun Nipah Way Bungur Lampung Timur |
Sumber: Tabloid LENSA Wirausaha Edisi 02
Daun nipah dalam bahasa daerah sering disebut kajang. Daun dari tumbuhan yang banyak ditemui di daerah berlumpur ini ternyata menyimpan potensi besar untuk dijadikan sebuah usaha. Banyak sekali manfaat dari tumbuhan bernama latin Nypa Fruticans ini. Biasanya daun nipah digunakan sebagai bahan atap rumah, kandang, atau bangunan lain. Bangunan yang berbahan atap dari kajang terasa lebih sejuk dan nyaman. Namun demikian, kajang sangat jarang digunakan sebagai bahan atap rumah karena kurangnya tingkat ketahanannya. Selain untuk keperluan tersebut, daun nipah bisa dibuat sebagai bahan berbagai kerajinan seperti tikar, topi, dan tas.
![]() |
| Abdul Jaya, Melibatkan tenaga kerja dari sekitar tempat tinggalnya dalam Pembuatan Atap Daun Nipah . |
![]() |
| Laki-laki dan Perempuan terlibat dalam Pembuatan Atap Daun Nipah . |
Minggu, 18 November 2012
Wisata Gajah di Way Bungur Lampung Timur
Sejenak Melihat Gajah Mandi
Catatan Perjalanan ke ERU (Elephant Response Unit) Way Bungur Lampung Timur.
Minggu Pagi 18 November 2012, adalah hari yang istimewa bagi saya. Bersama Shidqi, Hasbi & Hildan pagi itu berkesempatan untuk mengunjungi ERU (Elephant Response Unit) di Kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Kami masuk dari Bungur Desa Tanjung Tirto Kec. Way Bungur Lampung Timur melewati tanggul penahan banjir. Kurang lebih 1 km dari Bungur kami tiba di penyebrangan yang menjadi pintu masuk ke kawasan ERU. Penyebrangan menuju kawasan ERU Taman Nasional Way Kambas menggunakan perahu dayung yang bisa membawa 4 sampai 5 orang saja. Ivan (Warga Bungur)adalah salah satu orang yang sehari-hari menyeberangkan pengunjung menggunakan perahu dayung miliknya. Menurutnya Kawasan ERU pada hari libur mulai banyak dikunjungi masyarakat dan saat ini didominasi oleh anak-anak sekolah.
Pada saat kami berkunjung masih berada pada awal musim penghujan, sehingga jarak penyeberangan hanya sekitar 50 m. Namun pada musim penghujan sungai bisa meluap dan penyberangan ini bisa berjarak ratusan meter.
Sampai di Kawasan Taman Nasional Way Kambas, kami disuguhi dengan pemandangan yang menyegarkan mata. Rerumputan, semak belukar dengan pepohonan bertajuk pendek khas hutan tropis, menjadi pemandangan sepanjang rute yang akan kami lalui. Di sepanjang Jalan setapak ini terdapat beberapa sungai-sungai kecil yang sudah dilengkapi jembatan dari batang kayu.
Setelah menempuh perjalanan 15 menit, tibalah kami di kawasan ERU. Tampak beberapa bangunan yang ditata asri dengan halaman yang cukup luas dan dikelilingi pepohonan asli Taman Nasional Way Kambas.
Menurut Hendra (Petugas ERU sekaligus pawang gajah), kawasan ERU ini befungsi sebagai tempat penanggulangan konflik gajah dengan masyarakat. Menurutnya aktifitas yang dilakukan oleh ERU ini adalah membantu masyarakat dalam menghalau serangan gajah liar ke lahan pertanian milik masyarakat. Di ERU ini Terdapat 2 ekor Gajah jinak yang oleh petugas di berinama Salmon dan Karnangon. Tempat ini dikelola oleh beberapa orang petugas bekerja 24 jam sehari secara bergantian. Selain bertugas merespon laporan masyarakat mengenai adanya serangan gajah liar dengan cara patroli, para petugas ini secara rutin bekerja merawat gajah-gajah ini mulai dari memandikan gajah, memberi makan dan menggembalakan gajah-gajah ini.
Aktifitas para petugas ERU dalam merawat gajah inilah yang menjadi daya tarik bagi warga masyakat untuk melihat gajah dari dekat. Tentu ini menjadi sebuah daya tarik wisata yang menarik. Terutama pada saat para petugas ERU memandikan gajah, anak-anak bisamelihat dari jarak yang sangat dekat hanya hitungan meter.
Selain itu, masyarakat yang berkunjung juga bisa merasakan berada dipunggung hewan yang bertubuh raksasan ini.
Itulah sekelumit cerita perjalanan saya dan anak-anak minggu pagi ini. Sekalipun badan terasa lelah karena perjalanan menuju lokasi ERU namun semua tergantikan dengan suguhan aktifitas di ERU yang tidak banyak ditemukan ditempat lain. Apalagi anak-anak juga bisa sambil belajar mengenali jenis pepohonan & satwa yang berada di Taman Nasional Way Kambas. Kami berharap Dimasa mendatang kawasan ini bisa menjadi tempat ekowisata yang memiliki banyak manfaat bagi pelajar dan masyarakat umum.
Sabtu, 17 November 2012
Menikmati Senja di Penyebrangan Way Bungur
Aktifitas nelayan di Bungur, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.
Senja di, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.

























.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



