Tampilkan postingan dengan label Way Bungur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Way Bungur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Dampak Banjir Way Bungur 2018 : Bagi siswa sekolah

Bencana Banjir yang melanda Dusun IV dan V Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur yang berlangsung sejak Senin, 26 Februari 2018 membawa nestapa bagi ratusan warga.
Meskipun bencana tersebut tidak sampai menelan korban jiwa, namun banjir tersebut menimbulkan kerugian harta benda yang tidak sedikit.






Harta Benda berupa perabotan warga yang turut terendam didalam rumah, hewan peliharaan, puluhan hektar sawah yang terancam gagal panen adalah dampak nyata dari banjir yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Belum lagi kerugian immateril lain seperti berhentinya Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah akibat terendamnya gedung sekolah, juga memyebabkan buku buku pelajaran yang mengalami kerusakan.

Sampai hari Kamis 1 Maret 2018, terpantau di SDN 2 Tanjung Tirto beberapa guru dan warga sedang membersihkan ruang kelas yang hari sebelumnya terendam air hingga ketinggian 70 cm. Sisa material lumpur  merata di lantai kelas tempat anak anak seharusnya belajar. Saat ini genangan air setinggi 30 cm masih tersisa dihalaman sekolah.

Proses belajar mengajar dengan terpaksa dihentikan menunggu banjir surut dan proses pembersihan ruang kelas selesai. 

Bagaimana nasib siswa sekolah yang terpaksa harus berhenti belajar?

Rabu, 01 Februari 2017

Firman Utina Berikan Coaching Clinic Sepakbola dihadapan Ribuan Warga Lampung Timur


Way Bungur (30/01/2017)- Firman Utina (Timnas) memberikan Coaching Clinic Sepak Bola di Lapangan Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur Lampung Timur. Dihadapan ribuan warga Lampung Timur Fimran Utina memberikan kiat dan teknik bermain sepak bola. Dibantu oleh anak anak Sekolah Sepak Bola Lampung Timur, Firman Utina memperagakan bagaimana cara mengusai bola dan lapangan permainan.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka Grand Final Ansor Cup II Tahun 2017  sekaligus acara penutupan perhelatan sepakbola Lampung Timur tersebut.

Kamis, 21 Juli 2016

Mengenal Lebih Dekat Sosok Camat Way Bungur

Muda Energik dengan dengan kemampuan intelektual yang tak diragukan lagi. Itulah sekilas gambaran Tri Wibowo, SSTP., MM.

Lelaki Kelahiran Tanjung Inten 24 September 1985 ini memiliki karier di pemerintahan yang patut di perhitungkan.

Lulusan STPDN/IPDN Jatinangor tahun 2008 ini mengawali kariernya sebagai Kasubag Perjalanan Pimpinan Bag. Protokol Pemerintah Daerah  Kabupaten Lampung Timur 2010.

 Ia juga pernah menjabat Kasubbid Monitoring di BAPPEDA Kabupaten Lampung Timur (2011 s.d 2012).  Lulusan Magister Manajemen UBL tahun 2010 juga pernah menjabat  sebagai Kasubbid Kesra BAPPEDA Kabupaten Lampung Timur (2012 s.d 2014). Anak Ketiga pasangan Bapak Sunarno dan Ibu Sri Suyati ini juga dipercaya menduduki  jabatan Sekretaris Kecamatan Bumi Agung (2014 s.d 2015) dan kemudian menjadi Camat Way Bungur sejak 2015 hingga sekarang.

Ayah dari Hilma Azalia W. ini adalah sosok yang bersahaja. Dalam mengemban tugasnya, ia membiasakan terjun kelapangan untuk melihat langsung. Kondisi riil warga masyarakat, program pembangunan yang sedang berjalan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya tak luput dari perhatian suami dokter Eka Kusuma Dewi ini.

Sebagai contoh ketika digelar Gerakan Sosial Koin Peduli Keselamatan Pengguna Jalan Purbolinggo, Tri Wibowo turut berpartisipasi dan tak canggung untuk memindahkan batu untuk mengurug lubang jalanan. Ia berbaur bersama warga masyarakat dn pelajar yang tengah melaksanaan gotong royong

Berikut ini Biodata Lengkapnya:

Nama   : Tri Wibowo, SSTP.MM
TTL      : Tanjung Inten, 24 September 1985
Alamat : Desa Tanjung Inten, dusun 3, rt/rw 19/07 Probolinggo Lampung Timur
Agama : Islam

Nama orang tua
Ayah    : Sunarno
Ibu       : Sri Suyati

Saudara kandung : 3 bersaudara
Kakak pertama : Ipda Eko Budiarto, SH
Kakak kedua.   : Bripka M Andriyana
Istri                  : dokter Eka Kusuma Dewi
Anak.               : Hilma Azalia W

Riwayat pendidikan :

SD.         : SD N 3 Tanjung Inten lulus 1997
SLTP.     : SLTP N I Purbolinggo lulus 2001
SMA.     : SMA N I METRO lulus 2004
S1.         : STPDN/IPDN Jatinangor lulus 2008
S2.         : Magister Manajemen UBL 2010

Riwayat kerja :

Kasubag perjalanan pimpinan bag. Protokol pemda lamtim 2010
Kasubbid monitoring BAPPEDA lamtim 2011 s.d 2012
Kasubbid kesra BAPPEDA lamtim 2012 s.d 2014
Sekretaris Kecamatan Bumi Agung 2014 s.d 2015
CAMAT WAY BUNGUR 2015 s.d sekarang

Peta Kecamatan Way Bungur


Rasanya bangga di percaya oleh Camat Way Bungur untuk menangni Pembuatan Peta Kecamatan Way Bungur. Pembuatan peta ini menggunakan referensi dari google maps dengan acuan peta dasar yang di kirimkan oleh Bpk. Tri Wibowo, SSTP. MM. melalui messenger facebook.

Pencetakan peta akan dilakukan menggunakan bahan Korea Doft Vinyl, dengan tujuan memiliki ketahanan baik warna maupun bahan dasar pencetakan.

Selasa, 12 Juli 2016

Liburan Idul Fitri Wahana Air diminati Pengunjung

Momentum liburan Idul Fitri memang ditunggu hampir semua lapisan masyarakat. Setelah selesai melaksanakan acara silaturahmi bersama keluarga, berekreasi adalah kegiatan lain yang dipilh warga masyarakat dalam mengisi masa liburan.

Kolam Renang Waterboom Mutiara Jaya Tambah Subur Way Bungur adalah salah satu wahana air yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

Selama liburan idul fitri 1437H tempat ini ramai pengunjung. Menurut Tuban pemilik wahana rekreasi ini, sejak H+2 lebaran, sudah ratusan pengunjung yang datang. Mereka dari berbagai kalangan umur dan berasal dari berbagai wilayah di seputar Kecamatan Way Bungur.

Selama liburan Idul Fitri, pengunjung Kolam Renang Waterboom Mutiara Jaya bisa menikmati fasilitas yang disediakan bersama teman dankeluarga

Senin, 25 Mei 2015

Rempeyek Angga Dusun III Tegal Ombo.


Ibu Juroh (50 th) warga dusun III Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur sejak
tahun 1990  memproduksi berbagai makanan ringan.  Rempeyek kacang, Keripik pisang dan kue brownis. Dalam membuat berbagai camilan ini ia mengerjakan sendiri.  Juroh mengaku dari usaha kecil-kecilan inilah ia bisa mendapat tambahan penghasilan. Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,  hasil dagangannya juga bisa sebagai tambahan biaya sekolah anak-anaknya.

Saat ini sudah ada puluhan warung yang berada di seputar Kecamatan Way Bungur mejadi pelanggan tetap camilan buatannya. Selain warung, Juroh juga melayani pesanan dari warga masyarakat, baik untuk camilan sehari-hari, pada saat ada acara maupun untuk oleh-oleh.

Ia menjual rempeyeknya dengan harga yang sangat terjangkau. Misal untuk rempeyek kemasan kecil, Juroh mematok harga  Rp. 1000/bungkus. Sedangkan untuk camilan dengan jumlah banyak, ia mematok harga mulai harga Rp.20.000,- s/d  40.000,-/kg tergantung jenis dan bentuk camilan.

Kamis, 19 Maret 2015

Potensi Desa Tegal Ombo Way Bungur Lampung Timur

Pemuda & Olahraga
Seni Religi

Peternakan
Pertanian
Kegiatan Senam Lansia 2



Kesehatan Masyarakat
Kegiatan Senam Lansia



Rabu, 18 Maret 2015

Jelang Penilianan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lampung Timur 2015, Desa Tegal Ombo Bergiat

Dokumentasi GAPOKTAN Bina Karya Tani Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur







Areal Tanaman Tembakau Dokumentasi GAPOKTAN Bina Karya Tani Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur







Kegiatan Gotong Royong Warga Desa Tegal Ombo Mendirikan Gapura.  Dokumentasi Pemerintahan Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur Lampung Timur




Jumat, 13 Maret 2015

Peresmian Pasar Desa Taman Negeri


Hari ini Jum'at 13 Maret 2015, Bupati Lampung Timur, Erwin Arifin S.H., M.H meresmikan Pasar  Desa Taman Negeri Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.
Bupati Lampung Timur Hi. Erwin Arifin, S.H.,M.H, bersama
Hi. Ali Johan Arif, SE., M.Si (Ketua DPRD Lampung Timur)
melakukan pengguntingan pita menandai pembukaan
Pasar Desa Taman Desa Taman negeri mulai Jum'at 13/03/2015
Peresmian  Pasar Desa Taman Negeri ini dihadiri ratusan orang yang berasal dari berbagai elemen. Mulai dari Pemerintahan Kabupaten, DPRD Lampung Timur, USPIKA Way Bungur, dan Kepala Desa dari Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur.  
Dalam sambutannya Sugeng Kuswanto (Kepala Desa Taman Negeri) menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Desa Taman Negeri hingga saat ini berjumlah 77  plong ukuran 4 x 6, 4 x4 dan 3 x 3 m, 24 plong ukuran 2 x 3 m menelan dana 4,3 M. Sumber dana pembangunan ini bukan dari pemerintah namun dilakukan Pemerintahan Desa Taman Negeri dan Panitia pembangunan pasar secara swakelola. Sugeng menambahkan bahwa hingga saat ini masih terdapat lokasi yang nemungkinkan dibangun 125 plong lagi.

Menurut Sugeng, Pasar ini diharapkan menjadi jantung perekonomian masyarakat Way Bungur.
Sugeng memberi Nama Pasar ini dengan Sugeng Rahayu Pasar Desa Taman Negeri. Pasar ini dipersembahkan untuk masyarakat dan bisa menjadi kebanggaan Desa Taman  Negeri.

Bupati Lampung Timur memberikan sambutan pada Acara
Peresmian Pasar Desa Taman Negeri (13/03/2015)
Pada acara peresmian Pasar Desa Taman Negeri ini juga dilaksanakan santunan kepada 100 anak yatim piatu dari 8 Desa di kecamatan Way Bungur. Secara Simbolis Bupati Lampung Timur, Ketua DPRD Lampung Timur dan jajaran Uspika Kecamatan Way Bungur menyerahkan bantuan ini kepada 10 anak yatim piatu. Melalui kegiatan ini Sugeng mengajak yang hadir untuk turut peduli dan menggalang solidaritas untuk kegiatan sosial.

Ali Johan Arif, S.E., M.Si. (Ketua DPRD Lampung Timur  menyampaikan apresiasi atas  kerja Kepala Desa Taman Negeri dan panitia pembangunan pasar. Pada kesempatan itu, Johan mengingatkan agar pengelolaan pasar desa ini dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan dilengkapi dengan kelengkapan administrasi sehingga pengelolaan pasar desa kedepan akan baik..
Jika memenuhi syarat Pasar Desa ini mungkin saja bisa didukung dengan kebijakan pemerintah pusat.
Bupati Lampung Timur didampingi Kepala Desa Taman Negeri
melakukan peninjauan lokasi Pasar Desa Taman Negeri (13/03/2015)
Johan juga menyampaikan rasa optimis terhadap Pasar Desa ini akan berkembang karena berada di jalur strategis. Namun demikian ia mengingatkan agar pasar ini perlu di dukung dengan faktor keamanan yang memadai.

Dalam sambutanya Bupati Lampung Timur Hi. Erwin Arifin S.H., M.H, juga menyampaikan rasa optimis terhadap pasar desa ini. Menurutnya pasar akan dipenuhi dengan aktifitas jual beli dan menjadi pasar desa yang maju dan sejajar dengan pasar lainnya.
Partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan dan pengelolaan pasar ini kedepan juga diperlukan untuk  menjadikan aktitifitas ekonomi dipasar inimenjadi baik dan berkembang.
Erwin mengajak masyarakat agar mewujudkan pasar desa ini menjadi percontohan bagi aktifitas perekonomian untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, baik buruknya pengelolaan pasar ini tergantung kerjasama dan upaya semua pihak untuk memajukan pasar. Bupati menjamin jika semua prosedur dan administrasi pasar dilengkapi maka pembangunan pasar desa ini akan didukung oleh pemerintah.

Sabtu, 05 April 2014

Lokasi Hunting di Tambah Subur Way Bungur

Tambah Subur merupakan sebuah desa yang menjadi pusat Kecamatatan Way Bungur. Banyak hal menarik yang ada di Desa Tambah Subur. Tambah Subur merupakan wilayah paling utara dari Kabupaten Lampung Timur yang berbatasan langsung dengan Kecamatan  Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah.
Perbatasan Kabupaten ini berupa anak Sungai Way Pegadungan. Di Desa Tambah Subur inilah perbatasan 2 kabupaten ini terdapat jembatan yang merupakan bagian dari Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera.

Disekitar jembatan ini terdapat obyek menarik. Seperti aktifitas nelayan. Seperti yang saya sempat foto ini adalah Bapak Tugiyo warga Desa Tambah Subur sedang mengangkat jaring yang ia pasang melintang di sungai tersebut. Warga setempak sering menyebut cara penangkapan ikan ini dengan kere, yaitu membuat jebakan untuk ikan. Alat ini dibuat dari kayu yang dipasang melintang di sungai, kemudian pada ujung tengah kere ini dipasang jaring.

Disamping jembatan ini juga terdapat tanggul yang berfungsi untuk menahan banjir dan juga digunakan sebagai jalan.
Tanggul ini bisa menghubungkan jalan lintas Pantai Timur Sumatera dengan Desa Kali Pasir Way Bungur Lampung Timur.
Namun kondisi tanggul ini becek saat hujan sehingga hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan hand traktor. Seperti yang tampak difoto, warga petani melintasi  tanggul ini dengan hand traktor yang dilengkapi dengan gerobak dibelakangnya.


Kamis, 23 Januari 2014

SPBKB AKR Way Bungur Percepat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat


Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Kecamatan Way Bungur Lampung Timur merupakan salah satu wilayah kecamatan yang dibelah oleh Jalan Timur Sumatera. Keberadaan jalan ini membuat pertumbuhan ekonomi masyarakat makin bergeliat. Hal ini ditandai dengan munculnya usaha mikro dan usaha kecil disepanjang jalan negara tersebut.
Pertumbuhan ekonomi selalu disertai dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Yang secara langsung akan mendorong terjadinya mobilitas yang makin tinggi dari waktu kewaktu. Kondisi ini tentu menuntut ketersediaan energi berupa Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencukupi.
Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong didirikannya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bersubsidi (SPBKB) AKR di Jalan Lintas Timur Sumatera tepatnya di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur Lampung Timur. Seperti dituturkan Junaidi (39 th) pengelola SPBKB ini, hadirnya SPBKB  AKR bertujuan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat agar mendapat jaminan ketersediaan BBM. Lebih jauh AKR juga berkomitmen agar pelayanan BBM bersubsidi kepada masyarakat lebih tepat sasaran.
Menurut Junaidi, pendistribusian BBM bersubsidi yang tepat sasaran membutuhkan komitmen yang kuat dari perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan sistem yang ada pada tiap SPBKB AKR. Setiap liter BBM yang dikeluarkan dari pompa SPBKB secara realtime (setiap waktu) dapat dipantau.
“Peralatan yang ada di SPBKB AKR ini terintegrasi  secara online dengan jaringan SPBKB AKR yang lain dan sistem BPH Migas. Sehingga setiap kali terjadi transaksi dan berapapun jumlah bahan bakar yang di keluarkan akan tetap terpantau setiap waktu oleh BPH Migas. Sebagai contoh satu unit mobil mendapat jatah 40 liter bensin bersubsidi perhari, jika sudah melakukan  pengisian disatu SPBKB dan hendak mengisi lagi di SPBKB pada hari yang sama, maka sistem akan menolak”, tutur Junaidi.
Menurut Junaidi Sistem ini tidak dimaksudkan untuk mempersulit masyarakat dalam memperoleh BBM bersubsidi, tetapi lebih untuk meminimalisir adanya penyalah gunaan bahan bakar bersubsidi oleh pihak yang kurang bertanggung jawab.
Keunggulan Sistem AKR
AKR adalah distributor terkemuka di Indonesia untuk produk energi termasuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Sejak deregulasi Pemerintah terhadap sektor migas melalui Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001, Perseroan adalah perusahaan swasta nasional pertama yang mendapat kepercayaan untuk mendistribusikan BBM nonsubsidi sejak tahun 2005.
Dengan memanfaatkan infrastruktur pelabuhan dan logistik yang kuat, AKR mendistribusikan high speed diesel, fuel oil, dan industrial diesel oil kepada perusahaan-perusahaan di industri pertambangan, pembangkit listrik, dan bunker. Pada tahun 2009, Perseroan ini pertama kali mendapat penugasan untuk mendistribusikan BBM bersubsidi di Indonesia untuk tahun 2010.
“Keunggulan sistem yang dimiliki oleh AKR inilah yang dinyatakan berhasil oleh BPH Migas. sehingga AKR adalah satu-satunya perusahaan swasta yang telah mendapat kepercayaan untuk turut mendistribusikan BBM bersubsidi”, imbuh Junaidi.
SPBKB AKR sediakan BBM Berkualitas
SPBKB AKR menyediakan dua jenis bahan bakar yaitu Premium dan Solar. Menurut Junaidi jenis premium yang disediakan adalah AKRA 88. “Angka 88 menunjukkan kandungan oktan pada premium yang disediakan SPBKB AKR. Sebagai perbandingan bahan bakar jenis pertamak memiliki kandungan oktan 91, artinya kualitas bahan bakar jenis premium ini tidak terpaut jauh dengan pertamax”,ujar Junaidi.
Suami dari Desmawati (37 th) juga menambahkan bahwa AKR berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Di  SPBKB AKR Way Bungur memiliki 3 mesin Dispenser yang masing-masing akan dilayani 2 orang operator.  Salah satu diantaranya akan memberikan layanan lebih seperti jasa pembersihan kaca mobil dan lain sebagainya', tambahnya.
Mendapat Respon Positif dari Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Menurut Junaidi Pendirian SPBKB AKR Way Bungur ini juga tidak terlepas dari peranan dan partisipasi masyarakat setempat , termasuk jajaran pemerintahan mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. “Respon masyarakat dan Kepala Desa terhadap pendirian SPBKB ini cukup positif. Begitu juga dengan jajaran pemerintah yang lebih tinggi. Apalagi kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Way Bungur saat ini juga sedang berkembang. Ini merupakan faktor pendukung bagi AKR untuk bisa menghadirkan layanan prima kepada konsumen dimasa mendatang,” pungkas Junaidi. (tim)

Senin, 17 Juni 2013

“Menyulap” Daun Nipah menjadi Rupiah

Abdul Jaya, Pembuat Atap Daun Nipah Way Bungur Lampung Timur

Sumber: Tabloid LENSA Wirausaha Edisi 02

Daun nipah dalam bahasa daerah sering disebut kajang.  Daun dari tumbuhan yang banyak ditemui di daerah berlumpur ini ternyata menyimpan potensi besar untuk dijadikan sebuah usaha.   Banyak sekali manfaat dari tumbuhan bernama latin Nypa Fruticans ini.  Biasanya daun nipah digunakan sebagai bahan atap rumah, kandang, atau bangunan lain.  Bangunan yang berbahan atap dari kajang terasa lebih sejuk dan nyaman.  Namun demikian, kajang sangat jarang digunakan sebagai bahan atap rumah karena kurangnya tingkat ketahanannya.  Selain untuk keperluan tersebut, daun nipah bisa dibuat sebagai bahan berbagai kerajinan seperti  tikar, topi, dan tas.
Nipah merupakan tumbuhan asli pesisir Samudra Hindia bagian timur dan Samudra Pasifik bagian Barat Laut.  Sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar ke berbagai daerah.  Meskipun tumbuhan ini pernah digolongkan sebagai tumbuhan langka yang terancam punah, tetapi di daerah tropis tumbuhan ini masih cukup melimpah.  Sehingga IUCN REDLIST mengevaluasinya dalam daftar Least Concert (bersiko rendah).
Abdul Jaya, Melibatkan tenaga kerja dari sekitar tempat tinggalnya dalam
Pembuatan Atap Daun Nipah .
Abdul Jaya adalah salah seorang pengrajin daun nipah.  Lelaki yang kerap dipanggil Jaya ini mengatakan bahwa ia telah lama menggeluti usaha di bidang kerajinan daun nipah.  Paling sering ia membuat daun nipah menjadi bahan atap bangunan.  Usahanya diawali dari bantuan modal ibu-ibu pembuat kue di daerahnya.  Dari modal tersebut, ia mulai membeli bahan-bahan, utamanya daun nipah dan bambu.  Sampai saat ini, sudah 10 tahun  ia bertahan untuk menekuninya.
Laki-laki dan Perempuan terlibat dalam
Pembuatan Atap Daun Nipah .
Usaha yang telah cukup lama dijalaninya membuahkan banyak pengalaman bagi  warga desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur ini.  Bukan hanya cerita “manis” yang ia tuturkan dari pengalaman usahanya.  Banyak sekali kendala usaha yang ia hadapi terungkap dari kisah pengalamannya, seperti berkurangnya karyawan di saat musim panen padi tiba sedangkan bahan baku yang masuk terlalu banyak.  Saat musim panen padi, sebagian besar karyawannya beralih menjadi pemanen padi dengan sistem “bawon”.  Akhirnya, pada masa-masa itu Jaya sangat kekurangan tenaga kerja.
Permintaan konsumen yang tinggi terhadap produk atap nipah memaksa Jaya memperkerjakan setidaknya 20 karyawan setiap hari.  Itupun masih dibantu oleh beberapa anggota keluarganya.  Setiap satu orang karyawan biasanya mampu membuat sampai 150 kajang per hari.
Untuk mencukupi kebutuhan bahan baku, Jaya merasa tidak terlalu kesulitan.  Ada beberapa orang yang memasok daun nipah dari daerah hilir (masyarakat sekitar sering menyebutnya daerah cabang).  Setiap harinya, Jaya menerima sekitarl 250 ikat daun nipah dari mereka.
Sebaran wilayah pemasaran atap daun nipah yang diproduksi Jaya cukup luas.  Bukan hanya di wilayah Kecamatan Way Bungur dan kecamatan-kecamatan sekitarnya saja, tetapi sudah sampai ke daerah-daerah lain yang cukup jauh, misalnya Lampung Selatan.  Dalam pemasarannya,  Jaya dibantu oleh beberapa agen.  Ada 5 agen yang mengambil kajang ke rumahnya untuk dipasarkan di wilayah-wilayah tertentu. Dalam satu kali pengambilan, setiap satu agen mengambil kajang sekitar 1000-5000 buah.

Minggu, 18 November 2012

Wisata Gajah di Way Bungur Lampung Timur


Sejenak Melihat Gajah Mandi
Catatan Perjalanan ke ERU (Elephant Response Unit) Way Bungur Lampung Timur.

Minggu Pagi 18 November 2012, adalah hari yang istimewa bagi saya. Bersama Shidqi, Hasbi & Hildan pagi itu berkesempatan untuk mengunjungi  ERU  (Elephant Response Unit)   di Kawasan Taman Nasional Way Kambas.








Kami masuk dari Bungur Desa Tanjung Tirto Kec. Way Bungur Lampung Timur melewati tanggul penahan banjir. Kurang lebih 1 km dari Bungur kami tiba di penyebrangan yang menjadi pintu masuk ke kawasan ERU. Penyebrangan menuju kawasan ERU Taman Nasional Way Kambas menggunakan perahu dayung yang bisa membawa 4 sampai 5 orang saja. Ivan (Warga Bungur)adalah salah satu orang  yang sehari-hari menyeberangkan pengunjung menggunakan perahu dayung miliknya. Menurutnya Kawasan ERU pada hari libur mulai banyak dikunjungi masyarakat dan saat ini didominasi oleh anak-anak sekolah.
Pada saat kami berkunjung masih berada pada awal musim penghujan, sehingga jarak penyeberangan hanya sekitar 50 m. Namun pada musim penghujan sungai bisa meluap dan penyberangan ini bisa berjarak ratusan meter.
Sampai di Kawasan Taman Nasional Way Kambas, kami disuguhi dengan pemandangan yang menyegarkan mata. Rerumputan, semak belukar dengan pepohonan bertajuk pendek khas hutan tropis, menjadi pemandangan sepanjang rute yang akan kami lalui. Di sepanjang Jalan setapak ini terdapat beberapa sungai-sungai kecil yang sudah dilengkapi jembatan dari batang kayu.

Setelah menempuh perjalanan 15 menit, tibalah kami di kawasan ERU. Tampak beberapa bangunan yang ditata asri dengan halaman yang cukup luas dan dikelilingi pepohonan asli Taman Nasional Way Kambas.

Menurut Hendra (Petugas ERU sekaligus pawang gajah), kawasan ERU ini befungsi sebagai tempat penanggulangan konflik gajah dengan masyarakat. Menurutnya aktifitas yang dilakukan oleh ERU ini adalah membantu masyarakat dalam menghalau serangan gajah liar ke lahan pertanian milik masyarakat. Di ERU ini Terdapat 2 ekor Gajah jinak yang oleh petugas di berinama Salmon dan Karnangon. Tempat ini dikelola oleh beberapa orang petugas bekerja 24 jam sehari secara bergantian.  Selain bertugas merespon laporan masyarakat mengenai adanya serangan gajah liar dengan cara patroli, para petugas ini secara rutin bekerja merawat gajah-gajah ini mulai dari memandikan gajah, memberi makan dan menggembalakan gajah-gajah ini.
Aktifitas para petugas ERU dalam merawat gajah inilah yang menjadi daya tarik bagi warga masyakat untuk melihat gajah dari dekat. Tentu ini menjadi sebuah daya tarik wisata yang menarik. Terutama pada saat para petugas ERU memandikan gajah, anak-anak bisamelihat dari jarak yang sangat dekat hanya hitungan  meter.
Selain itu, masyarakat yang berkunjung juga bisa merasakan berada dipunggung hewan yang bertubuh raksasan ini.
Itulah sekelumit cerita perjalanan saya dan anak-anak minggu pagi ini. Sekalipun badan terasa lelah karena perjalanan menuju lokasi ERU namun semua tergantikan dengan suguhan aktifitas di ERU yang tidak banyak ditemukan ditempat lain. Apalagi anak-anak juga bisa sambil belajar mengenali jenis pepohonan & satwa yang berada di Taman Nasional Way Kambas. Kami berharap Dimasa mendatang  kawasan ini bisa menjadi tempat ekowisata yang memiliki banyak manfaat bagi pelajar dan masyarakat umum.


Sabtu, 17 November 2012

Menikmati Senja di Penyebrangan Way Bungur


 Aktifitas Penyebrangan di Bungur, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.

 Aktifitas nelayan di Bungur, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.

Senja di, Desa Tanjung Tirto Kecamatan Way Bungur Lampung Timur.