Minggu, 27 September 2015

Bagaimana Cara Membangunkan Organisasi Karang Taruna yang "Mati Suri"

Mulanya ini adalah pertanyaan pribadi. "Bagaimana Cara Membangunkan Karang Taruna di desa  Tanjung Kesuma Purbolinggo Lampung Timur, yang telah lama tidak aktif. Dalam perbincangan dengan beberapa tokoh pemuda dan aparat Pemerintahan Desa, sebetulnya mereka punya keinginan untuk mengaktifkan karang taruna.  Namun demikian terkendala banyak hal. Mulai dari tidak aktifnya pemuda dalam kegiatan DESA, sampai pada kesibukan aparatur pemerintahan desa. Ditambah lagi lemahnya peran organisasi atau lembaga desa yang semestinya bertugas memberdayakan ara pemuda.

Beragam alasan ini lah yang kerap menjadikan Karang Taruna mengalami kesulitan untuk tetap bertahan, apalagi berkembang.

Pembentukan Karang Taruna yang tidak melibatkan sebanyak mungkin pemuda dari seluruh penjuru desa/kelurahan juga bisa jadi penyebab minimnya program kerja yang bisa dilaksanakan.

Lebih tragis lagi dialami oleh Karang Taruna yang struktur organisasinya dibentuk oleh segelintir orang demi mengejar kepentingan tertentu (misalnya  bantuan).  Apalagi pembentukan ini tidak dibarengi dengan membuat mekanisme tata aturan pelaksanaan program Karang Taruna. Bisa ditebak bahwa organisasi Karang Taruna hanya tampak akan bergeliat ketika sedang menyusun proposal permohonan bantuan, atau mungkin mengadakan pertemuan setelah bantuan berhasil di peroleh.

Lebih ekstrim lagi jika struktur organisasi Karang Taruna  dibentuk hanya sebagai alat mencari bantuan.

Mungkin saja karena kepiawaian orang yang  mengusung proposal, sebenarnya Karang Taruna sedang dijadikan obyek untuk mencari bantuan belaka.

Dari beberapa ilustrasi diatas, kita semua bisa mengklasifikasikan Karang Taruna  seperti apakah yang masih layak dimajukan.

Jika Karang Taruna tersebut sudah tidak aktif (sering di sebut juga Mati Suri), bagaimana cara menghidupkan kembali?

Berikut hal hal yang mungkin bisa ditempuh oleh pemerintahan desa khususnya organisasi LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa):
1. Seksi di LPMD yang menaungi pemuda seyogyanya menjadi pelaku utama dalam menghidupkan kembali Karang Taruna.
2. Perlu menghidupkan silaturahmi antar pemuda dusun/lingkungan.
Cara ini bisa efektif dilakukan jika kegiatan kegiatan kepemudaan yang mengatasnamakan  desa/kelurahan.
3. Melibatkan atau memercayakanPemuda dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat  umum (seperti peringatan HUT RI tingkat desa), bersifat khusus (peringatan HUT Desa/kelurahan), Keagamaan (Peringatan Hari Besar Keagamaan), kegiatan kepemudaan (upacara Sumpah Pemuda) dan kegiatan positip lainnya.

4. Pemerintah Desa harus Memberikan kesempatan seluas luasnya kepada pemuda untuk menyalurkan bakat, minat, inovasi dan kreatifitas, dan memfasilitasi jika pemuda  merencanakan sebuah kegiatan atau program kerja.

Untuk bisa mewujudkan beberapa hal diatas, diperlukan komitmen tinggi  dari seluruh  jajaran Pemerintahan Desa/kelurahan berikut organisasi dan lembaga lainnya.

3 komentar:

  1. makasi atas mskannya. dan smga bsa dngn apa yg trtra di ats.. bsa membantu membngun kmbli krang trna di dsa kmi...

    BalasHapus
  2. makasi atas mskannya. dan smga bsa dngn apa yg trtra di ats.. bsa membantu membngun kmbli krang trna di dsa kmi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims Mas/Mbak +yuven atas kunjungannya. Mari sama sama ...mengembangkan kegiatan Pemuda melalui Karang TAruna

      Hapus