Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional Way Kambas Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional Way Kambas Lampung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Sambut Idul Fitri, Warga Dusun V Tegal Yoso Gotong Royong Membuat Rakit bambu

(Dok. Dsn V Tegal Yoso-Sugianto)
(Dok. Dsn V Tegal Yoso-Sugianto)
(Dok. Dsn V Tegal Yoso-Sugianto)
Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1437 H, dua puluhan pemuda dan warga  RT 19 Dusun V Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur berencana mengadakan kegiatan jalan-jalan ke Kawasan ERU (Elephan Respon Unit) Tegal Yoso untuk melihat aktifitas pemeliharaan gajah.

ERU Tegal Yoso adalah sebuah program penanggulangan konflik gajah liar dengan masyarakat desa penyangga. Penanggulangan konflik gajah liar ini menggunakan Gajah Jinak yang di kelola oleh Tim ERU yang terletak berdekatan dengan Desa Tegal Yoso. Aktifitas perawatan Gajah jinak inilah yang menjadi daya tarik bagi warga untuk melihatnya.

Untuk mempersiapkan kegiatan tersebut, saat ini warga tengah membuat rakit bambu, yang akan digunakan untuk menyeberangi sungai yang menjadi batas desa Tegal Yoso dengan Kawasan Taman Nasional Way Kambas tempat dimana Lokasi ERU berada.

Menurut Sugianto (38 th) Kepala Dusun V Tegal Yoso, kegiatan ini Kegiatan ini merupakan swadaya masyarakat yang di prakarsai pemuda dan warga masyarakat setempat  bertujuan untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

Warga berharap dengan rakit bambu yang dibuat ini kegiatan memeriahkan Idul Fitri nanti dapat berjalan lancar. (Kontributor Sugianto-Tegal Yoso).

Kamis, 02 September 2010

TN Way Kambas Lampung Timur Menyala Lagi

Kebakaran Taman Nasional Way Kambas

Ini bukan gambar penampakan..lho.......itu tuh seperti yang sering di tayangankan di televisi
Tetapi ini adalah foto kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur yang sempat saya jepret. Fotonya terkesan agak dipaksakan...ya memang !!, yang pertama karena lokasi terlalu jauh.(sekitar 2 km dari kediaman saya) apalagi pakai lensa standar cuma 18-135 mm. yang kedua mau mendekat... hmmm belum punya nyali.... maklum banyak binatang buasnya.
Tapi mudah-mudahan gak mengurangi niatan berbagi informasi ya....
Bicara Taman Nasional Way Kambas memang tidak habis-habis, Kalau pada posting sebelumnya (tanggal 10 Agustus) lalu saya menulis tentang merangseknya Gajah TNWK ke pemukiman Warga, Pada postingan kali ini tentang "Merangseknya" debu (sisa Kebakaran) TNWK  ke Pemukiman. Bagaimana tidak, sejak pukul 16.00 wib, teras rumah dan sekitar halaman rumah dipenuhi dengan debu/ latu (bahasa jawa). 
Kalau sekedar debu sih tidak begitu menjadi masalah,..... karena begitu di sapu maka lantai bersih lagi.

Namun bisa kita bayangkan jika kebakaran terjadi berjam-jam yang lalu, maka sudah berapa luas kawasan TNWK yang ludes dilalap si jago merah (Meniru.. berita di TV hehehhheeeee)
Kemudian berapa banyak hewan mulai yang kecil sampai yang besar dan tumbuh-tumbuhan (meminjam istilah orang kuliahan PLASMA NUTFAH) yang punah.
Sedih....
Apalagi musnahnya padang rumput yang menjadi habitat Gajah. Lagi-lagi petani sekitar kawasan TNWK yang akan menerima imbas kebakaran ini, karena lahan makan gajah habis maka lahan petani jadi sasaran lagi.


Saya tidak perlu mencari-cari penyebab kebakaran ini, karena hampir tiap tahun terjadi. Entah Kealpaan atau kesengajaan (bukan suuzon lho...) tapi benar kata pepatah "ada asap pasti ada api".... eeee  sekarang (waktu saya menulis) apinya sedang berkobar..kobar.lho... Yang pasti disengaja.

Sayai hanya bisa berharap semoga pihak berwenang bisa segera mengambil tindakan...
karena warga juga hanya bisa menonton.... bawa ember... derigen... atau drum pun rasanya tidak mungkin bisa memadamkan api yang terlanjur besar...
Semoga Tuhan melimpahkan rezeki hujan malam ini Amin...
Sehingga Warga Purbolinggo, Way Bungur dan sekitar TNWK bisa bertani dengan tenang

Sabtu, 07 Agustus 2010

Gajah TNWK yang Makin “LIAR”


Gajah TNWK yang Makin “LIAR”

Hari ini 07 Agustus 2010 Kurang dari 10 hari dari 65 tahun Indonesia merdeka, ternyata masih banyak masyarakat yang masih belum merdeka. Masyarakat Desa Tanjung Kesuma Purbolinggo , dan masyarakat Desa Tegal Ombo, Way Bungur, Lampung Timur di merasa “Terjajah” perasaan Khawatir. Betapa tidak tidak kurang 30-an Gajah liar dari Kawasan Taman Nasional Way Kambas Lampung mengobrak-abrik areal pertanian dan pemukiman


Di dusun IV Tanjung Kesuma bagian depan rumah Rubiyanto (5O th) di serang kawanan gajah liar ini pada pagi buta (pukul 06.00 wib) hingga ambruk . Tidak hanya sebatas itu Berlanjut ke tetangganya Sartim (60 th) kawanan Gajah liar ini juga memporak-porandakan kandang ternak sapi hingga rata dengan tanah. Menurut beberapa saksi mata , pagi itu mereka dikejutkan dengan merangseknya kawanan gajah lliar ke perkampungan, sehingga mereka tidak punya persiapan untuk menghalau binatang liar ini.